Rabu, 06 Mei 2015

pantaskah disebut jenuh?

6 Mei 2015

Malam ini gue ngerasa berada pada puncak dimana pundak dan kepala gue merasa begitu berat. Ya inilah konsekuensi dari semua yang telah gue pilih, bukan salah kondisi bukan salah faktor xyz atau apalah itu, namun murni kesalahan gue pribadi.

Belakangan ini sejujurnya gue sadar, gue makin gesrek otaknya. Lebih totalitas luar dibanding dalam, seakan menyempelekan terutama dari yang utama.

Baru saja akan berniat fokus, mengingat perkuliahan sudah memasuki akhir semester tugas akan semakin deras begitu pula dengan ujian dan saudaranya sebut saja kuis.

Tek! tugas untuk besok riuh diperbincangkan, begitu banyak permintaan dari dosen untuk harus ini-itu. Disamping itu suatu amanah yang mengharuskan untuk dilaksanakan, pikiran semakin gak karuan. Ditambah jam bentrok dari keduanya bahkan ketiganya, namun tingkat prioritas utama ada pada keduanya. Hobaaaah. Memutar otaklah untuk dapat memenuhi semuanya.

Sepandai-pandainya kita memanage, secerdiknya kita aktif terhadap pilihan tetap harus diurut prioritas bahkan mungkin bisa ada korban. Bukan suatu pilihan namun suatu keharusan.